Friday, April 24, 2015

Bambang Haryono "Mengubah Pohon Asem Menjadi Barang Bernilai"

Pohon asam selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, alias cuma untuk arang. Namun Bambang Haryono, seorang penggiat UMKM kerajinan asal Banyuwangi, kayu pohon asam bisa disulap menjadi barang yang berguna dan menghasilkan uang.

Melihat adanya potensi bagus, akhirnya Bambang Haryono berbekal keinginan yang kuat, Bambang kemudian menjadikan pohon asam sebagai kerajinan tangan, termasuk limbahnya yang dijadikan ornamen furniture yang berkelas internasional.

Dan saat ini perusahaannya telah memiliki lebih dari 250 pegawai yang dirangkulnya untuk membuat kerajinan kayu. Tenaga kerja itu direkrut dari berbagai kecamatan yaitu Glagah, Kalipuro, Kabat. Bahkan Bambang juga bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Banyuwangi.

Dengan kegigihan Bambang, produk kerajinan asal Banyuwangi ini telah beredar ke berbagai negara, seperti Swiss, Belanda, Jerman, Amerika, Jepang, Hongkong, Singapura, dan Malaysia. Tak heran jika tiap bulan omzet yang didapat mencapai Rp. 1 miliar.

Oesing craft bahkan sudah dikontrak oleh perusahaan besar asal Jepang untuk membuat kerajinan kayu. "Berapa pun yang kita produksi, mereka siap menerima. Bahkan untuk pengiriman ke Jepang itu ada batas minimum jumlah," kata Bambang Bangga.

Karena keuletan dan kegigihan itu, berbagai penghargaan telah diraih seperti penghargaan dari UNESCO Award of Excellence for Handycraft pada 2012 lalu untuk wilayah Asia Tenggara.

Selain itu juga meraih piagam penghargaan SMESCO Award Tahun 2009, Juara 2 Desain Cindera Mata Jatim 2009, Prabaswara Award di bidang Ekspor 2012, dan berbagai penghargaan bidang kerajinan serta pemberdayaan masyarakat.

 sumber :

0 comments:

Post a Comment